Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menjalani Donor Darah

Selamat berkunjung di website https://syifajamuobatherbal.blogspot.com/, situs yang memberikan informasi tentang segala macam kesehatan pada tubuh, termasuk yang kali ini akan dibahas adalah mengenai macam-macam kesehatan tubuh yang didapat dari berbagai keterangan, baik buah-buahan atau keterangan kesehatan lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut Anda dapat simak pembahasan berikut ini.


Untuk menjadi pendonor darah, harus pada usia antara 17-60 tahun. Usia 17 tahun diperbolehkan apabila mendapatkan izin tertulis dari orang tua serta selama keadaan kesehatannya melengkapi syarat. Berikut beberapa syarat yang harus dilengkapi :

  • Minimal berat badan 45 kg
  • Suhu tubuh 36,6-47,5 derajat celcius
  • Tekanan darah sistolik 110-160 mmHg dan diastolik 70-100 mmHg
  • Denyut nadi teratur, yaitu sekitar 500-100 kali/menit
  • Hemoglobin wanita minimal 12 gr, sedangkan untuk pra minimal 12,5 gr
  • Maksimal penyumbangan 5x pertahun dengan jarak sekurang-kurangnya 3 bulan (tetap harus disesuaikan dengan kondisi pendonor)
Adapun larangan mendonor darah apabila :
  • Pernah menderita hepatitis B dalam jangka waktu 6 bulan
  • Setelah kontak erat dengan penderita hepatitis, setelah transfusi, setelah melakukan tato, atau setelah menjalani operasi kecil
  • Setelah melakukan operasi gigi dalam jangka waktu 72 jam
  • Setelah melakukan operasi besar dalam jangka waktu 12 bulan
  • Setelah melakukan tetanus toxin, measles, serta vaksin virus hidup parotritis epidemika
  • Setelah melakukan injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik dalam jangka waktu 1 tahun
  • Setelah gejala alergi menghilang dalam jangka waktu 1 minggu
  • Setelah melakukan transplantasi kulit dalam jangka waktu 1 tahun
  • Setelah profilaksis, difteria, tetanus, kolorea, influenza, serta vaksin polio dalam jangka waktu 24 jam
  • Hamil sampai 6 bulan setelah persalinan dan sedang menyusui
  • Ketergantungan obat
  • Alkoholisme akut dan kronis
  • Mengidap sifilis serta tuberkulosis
  • Menderita epilepsi serta selalu kejang
  • Menderita penyakit kulit pada vena yang akan ditusuk jarum
  • Mempunyai kecenderungan pendarahan atau penyakit darah, seperti polisitemia vera, thalasemia, serta G6PD
  • Termasuk kelompok masyarakat yang beresiko tinggi HIV / AIDS (homoseksual, suka gonta-ganti pasangan seks, serta penggunaan jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV / AIDS
Apabila sudah melengkapi syarat, pastikan terlebih dahulu untuk makan dan minum sebelum melakukan donor darah supaya kadar gula darah normal. Sebelum hari pendonoran, dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi makanan tinggi zat besi misalnya bayam, ayam, ikan, serta daging merah untuk merawat kadar sehat besi pada darah.

Hindari menjalani kegiatan berat misalnya olahraga angkat beban sebelum hari pendonoran. Direkomendasikan untuk tidur yang cukup, yaitu sekitar 7-9 jam pada malam hari sebelum pendonoran, supaya tubuh lebih segar serta terhindar dari resiko lemas atau pusing sesudah selesai menjalani donor darah.

Dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang nyaman seperti pakaian longgar atau lengan pendek serta dapat digulung sampai atas siku agar petugas dapat dengan mudah mengakses pembuluh darah, sebab proses donor darah cukup menghabiskan waktu yang lama. 

Diwajibkan juga untuk memilih layanan donor darah yang terjamin serta resmi, sebab donor darah tidak boleh dilakukan sembarangan. Pastikan juga donor darah dijalani oleh petugas yang ahli. Tidak boleh ragu untuk menanyakan hal-hal yang ingin diketahui.

Donor darah yaitu pengalaman yang menyenangkan sekaligus menyehatkan, serta bisa dijalani dengan rutin. Dari banyaknya manfaat kesehatan yang dapat dirasakan seteleh rutin melakukan donor darah, ingat juga sumbangan darah yang diberikan dapat menyelematkan nyawa mereka yang memperlukannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Angin Duduk Secara Tradisional

Manfaat Daun Bidara Bagi Kesehatan Tubuh

QnC Jelly Gamat